Jumat, 15 Agustus 2014

Pesan Kakak Untuk Laras


“Happy Birthday to you.. happy birthday to you.. happy birthday..happy birthday.. happy birthday to you”. Kamu dengan wajah lugumu tampak malu – malu dan tak bisa menyembunyikan rasa senangmu saat kakak bersama bapak dan mamak yang menggendong aisyah menghampirimu. Matamu tertuju pada kue kecil dengan dua lilin yang menyala, itu kejutan untukmu sayang. kakak juga rasakan kebahagianmu.

20 Maret 2006 lalu kamu dilahirkan, saat itu kakak masih kelas 6 SD. Kakak dulu sangat menantikan kehadiranmu, di kelas kakak melamun memikirkanmu. Apakah kamu sudah menatap indahnya dunia, Atau kamu masih tidur dirahim mamak. sewaktu kakak pulang, simbok memberi kabar. Simbok yang menunggui mamak berjuang demi kamu. kata simbok kamu cantik dek.
“matanya cemlirit, kinclong.” Kata simbok pada kakak dengan wajah yang ceria.

Rambutmu lurus, matamu bening dengan bulu mata yang lentik, dan pipi yang cabi. Tahu ga dek kenapa pipimu cabi? Soalnya ibu dulu ga suka sama si tikus Jerry yang jahil sama Tom. Itu sejarahnya, dan karena itulah kakak memanggilmu Gembul. Sampai saat ini. Semua orang bahagia menyambutmu, keluarga bapak yang dari Magelang datang dengan serombongan bis demi menengokmu.

Kakak ga kesepian lagi dek, rumah juga sekarang ramai dipenuhi suara tangismu. Kakak mulai belajar mengurusi mu, mengganti popokmu, menggendongmu, mencoba membuatmu tersenyum. Kakak temani setiap gerakmu, setiap pertumbuhanmu, perkembanganmu. Saat kamu sudah mulai bisa tengkurap sebelum masanya, merangkak, dan kamu sudah bisa berjalan sebelum usiamu setahun. Semoga kamu jadi anak yang cerdas dek. Aamiin

Dek, ini bukan perayaanmu yang pertama loh. Ingat kan dulu waktu kamu umur 4 tahun, kakak kelas 1 SMK. Pagi – pagi sekali kakak membangunkanmu, kakak sudah siapkan satu roti isi coklat yang harganya seribuan, Gerry coklat pasta, coklat warna warni lima ratusan itu, satu lilin putih besar yang  kakak potong jadi beberapa bagian kemudian kakak tusuk dengan lidi biar bisa nancep di rotinya, terakhir korek api. Kita rangkai bersama roti ulang tahun sederhanamu. Kita tempeli roti dengan coklat warna warni dan coklat pasta sebagai lemnya. Kamu tancapkan lilinnya kakak yang menyalakan. Kamu tampak bahagia. Tahu ga dek, kakak sisihkan uang jajan kakak selama beberapa hari untuk kejutan kecil itu. Maaf ya dek, kakak ga bisa kasih lebih.

Kamu semakin besar. Kakak ingat waktu kamu tidak mau kakak tinggal pergi sekolah, saat itu bapak sama mamak kerja, simbok ke sawah sama mbah kakung. Biasanya kamu pergi main ke rumah Ardi, tapi hari itu kamu menggelayuti kakak dengan air mata dipipimu, akhirnya kakak ijin tidak masuk sekolah. Semakin hari kamu semakin cerdas, tapi juga nakal. Tapi wajarlah, anak – anak.

Lama – lama kakak kesal, kakak semakin sering terlambat sekolah gara – gara menungguimu mandi. Saat itu kamu sudah masuk TK. Mamak mengantar kakak sambil membawamu karena jalur sekolah kita searah, supaya mamak tidak bolak balik. Semuanya semakin repot saat Aisyah lahir, 25 November 2011. Posisimu tergeser dek, karena kami sudah menanggapmu besar, kamu dicuekin. Kamu sering mengeluh, “opo – opo  adek, opo – opo adek, sitik – sitik aisyah digendong, aku ora.” Sambil manyun kamu terus mengomel. Kakak hanya tersenyum dan mencubit pipimu. Gembul sayang, dulu kamu juga diperlakukan seperti itu waktu kamu kecil. Sekarang kamu sudah gede sayang, belajarlah mandiri.

Kamu mulai ribut minta diajari menulis, minta buku ini itu, minta pewarna, sering minta jajan. Tingkahmu semakin beragam. Kamu mulai tanya yang aneh aneh, sebenarnya tidak aneh, tapi hal yang kamu tanyakan itu adalah hal yang belum kamu mengerti dan belum saatnya kamu mengerti. Kakak sering bingung bagaimana cara menjelaskan jawabannya kepadamu, kakak juga tidak mau membiasakan diri memberikan keterangan palsu agar kamu cepat diam.

Kakak paling senang kalau kamu menangis saat kakak menjahilimu, kamu sangat takut gelap. Kakak mulai suka tertawa saat kamu mengucap kata  terbalik – balik. Yang bikin terharu itu dek, kamu pernah ga makan jajanan yang dikasih bapak gara –gara nungguin kakak. Kakak pernah memukulmu karna membuat aisyah menangis. Kakak pernah memarahimu karna kamu ga bisa – bisa ngerjain soal matematika PR dari gurumu. kakak membentakmu saat Kamu minta di temeni bobok saat kakak masih asyik nonton tivi. Kamu yang mendesak – desak tidur kakak, kakimu kamu sepakkan ke perut kakak, tanganmu tak pernah lepas dari telinga kakak, supaya kakak tidak pergi meninggalkanmu. Kamu teriak teriak saat waktu subuh tiba kamu tidak mendapati kakak disampingmu. Ahh kau Mbul, bikin gemes.

Kamu ingat kan dek, tiap habis magrib kamu selalu standby menunggu kakak sesesai sholat, kamu bawa Iqro dan bertanya sampai halaman berapa. Kakak tertawa saat kamu mikir lama, dengan ekspresimu yang kacau itu. Kamu tertawa saat kakak memonyongkan bibir kakak saat mengucap huruf Zho untuk mencontohkanmu. Kakak mulai kesal saat kamu bingung mana huruf Kho dan huruf Gho. Tetap giat ya dek, kakak ingin kamu jadi anak yang cerdas dan sholeha.

Rasanya kakak ingin sekali mendampingimu belajar terus agar kamu lebih dari kakak. Apa daya dek, kakak juga masih belajar, belajar menjadi contoh yang baik untukmu, juga aisyah. Belajar jadi sholeha agar kelak bisa kamu contoh, belajar berbakti ke orang tua agar kamu juga mengikuti kakak. Jangan pernah kesal ya dek  kalau kakak tidak sabar menghadapimu.

Di usia mu yang masih 7 tahun ini de, Kakak harap semakin tahun kamu semakin cerdas, semakin pintar sekolahnya, pinter ngajinya, semakin rajin , selalu diberi kesehatan. Belajar giat, supaya kamu bisa jadi guru seperi yang kamu cita citakan. Paling juga besok cita cita mu berubah, heheh.
Gembul, sebenarnya kakak tidak ingin merayakan ulang tahunmu. Takut kamu akan menagihnya untuk tahun tahun berikutnya. Soalnya, ulang tahun ga harus dirayakan dengan kue sebagai bentuk kasih sayang kami. Tapi selalu yang harus kamu ingat dek, kasih sayang kami tidak tercurah saat hari ulang tahunmu saja. Tapi setiap hari.


Selamat ulang tahun dek. Besok kalau kamu sudah mengerti, akan kakak jelaskan bagaimana cara yang manfaat merayakan ulang tahun, dan apa makna ulang tahun yang sebenarnya.

0 komentar: